Tiga Bus dan Belasan Motor Rusak

12 Mar

psirREMBANG – Laga derby Muria antara tuan rumah Persiku Kudus versus PSIR Rembang dalam lanjutan Divisi Utama 2009/2010, Rabu (10/3), berbuntut. Kelompok suporter PSIR yang tergabung dalam Gabungan Suporter Rembang (Ganster), mengaku telah diserang sekelompok massa suporter Kudus, dalam perjalanan pulang dari Kudus menuju Rembang seusai menyaksikan pertandingan Persiku versus PSIR di Stadion Wergu.

Akibat serangan tersebut, tiga bus yang mengangkut rombongan Ganster terkena lemparan batu hingga menyebabkan kaca sebagian bus pecah. Selain itu, sejumlah sepeda motor juga ikut terkena lemparan. Pihak Ganster sendiri mengklaim mengalami kerugian materiil hingga sekitar Rp 2,5 juta.

”Untuk kerugian secara pasti, belum bisa kami data. Tetapi dari perkiraan perbaikan bus dan beberapa motor, setidaknya kita sudah keluar uang sekitar Rp 2,5 juta,” kata Ketua Ganster, Zaenal Abidin, didampingi Sekjen Ganster, Ahmad Aviv, ketika menunggui perbaikan mobil di bengkel Desa Grajen, Kecamatan Kota Rembang, kemarin.



Menurutnya, selain kerugian materiil, tercatat ada tujuh anggota Ganster yang dilaporkan mengalami luka-luka di bagian kepala akibat terkena lemparan. Dari tujuh anggota Ganster yang luka, baru tiga yang berhasil didata. Tiga orang tersebut yaitu Ima dan Juwari, warga Waru Kecamatan Kota Rembang, serta Ali Brewok, warga Desa Pasar Banggi Kecamatan Kota Rembang.

”Sebenarnya masih ada korban lain yang ikut terkena lemparan. Tetapi tidak sampai mengalami luka, hanya sedikit memar di bagian tubuh,” jelasnya.

Ditambahkan olehnya, serangan yang dialami anggota Ganster tepatnya terjadi di sepanjang jalur pantura sekitar daerah Bareng, Kecamatan Jekulo. Padahal menurutnya, saat itu ratusan anggota Ganster juga mendapat pengawalan dari petugas Polres Kudus serta beberapa orang dari kelompok suporter Kudus yang tergabung dalam Basoka.

”Yang jelas, yang melakukan serangan bukan dari Basoka. Karena kami memiliki hubungan baik. Bahkan mereka juga ikut mengawal dalam perjalanan pulang kami. Kita duga yang melakukan serangan adalah sekelompok oknum yang tidak puas atas hasil pertandingan yang diraih Persiku,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Aviv, untuk kerugian materiil yang dialami kelompoknya, pihak Ganster akan mengajukan permohonan bantuan kepada manajemen tim PSIR. Dikarenakan, saat ini kas Ganster sedang menipis setelah banyak keluar untuk memberangkatkan ratusan anggotanya ke Kudus.

Sementara itu, setelah menuai satu poin di Kudus, anak-anak PSIR kemarin diliburkan satu hari. Dan rencananya, sore ini (12/3) anak asuh Eddy Simon Badawi langsung dijadwalkan berlatih di Stadion Krida.

Hal tersebut disampaikan Bambang “Max” Handoyo, asisten pelatih PSIR, kemarin. Menurutnya, keputusan untuk melakukan latihan lebih dini, karena PSIR harus melakukan persiapan matang menghadapi laga selanjutnya, menjamu Persigo Gorontalo (22/3).

Iklan
%d blogger menyukai ini: