PSIR Imbangi Persiku 1-1

12 Mar

psirKUDUS – Tim Persiku Kudus gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang PSIR Rembang dengan skor 1-1 pada pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama Grup III di Stadion Wergu Wetan, Rabu.
Sejak menit awal babak pertama, tim Persiku langsung mengambil inisiatif serangan dalam upaya memenangi pertandingan guna mengamankan posisi tim agar tidak terdegradasi.

Hasilnya, saat pertandingan baru berjalan sembilan menit, Deden Suhendar berhasil membuat Persiku unggul sementara.  Proses terjadinya gol berawal ketika striker Persiku Cristian Bekatal berhasil menusuk ke jantung pertahanan lawan melalui sektor kiri pertahanan lawan, kemudian bola diumpan ke Deden Suhendar yang berdiri bebas di sisi kanan pertahanan lawan, langsung menceploskan bola ke jala lawan yang dijaga kiper PSIR Rembang Efendi, skor 1-0.

Unggul 1-0, tak membuat tim yang berjuluk Macan Muria ini mengendurkan serangan. Hasilnya, pada menit ke-33, tim tuan rumah mendapatkan peluang emas setelah wasit asal Malang, Iwan Sukoco menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan pemain belakang lawan karena “hand ball” di kota pertahanan sendiri.
Agus Santiko yang bertindak sebagai eksekutor tendangan gagal memanfaatkan peluang yang berada di depan mata tersebut, setelah kiper PSIR Rembang Efendi berhasil menggagalkan tendangan penalti tersebut.

Meskipun berada dalam tekanan, tim tamu yang diarsiteki Eddy Simon Badawi berulang kali membahayakan gawang Persiku yang dijaga Tulus Satmoko melalui serangan balik.

Penyelesaian yang terlalu terburu-buru, membuat sejumlah peluang gagal membuahkan gol. Memasuki babak kedua, pemain Persiku berulang kali melancarkan serangan dari berbagai lini. Namun ketangguhan barisan belakang PSIR Rembang yang dimotori oleh Deni Tarkas mampu mematahkan setiap kali serangan yang dilancarkan tim Persiku.

Tim tamu bukannya tanpa peluang, berulang kali serangan yang dibangun dari sayap dan barisan tengah mampu mengecoh konsentrasi lini belakang tim tuan rumah. Pada menit ke-52, tim tamu akhirnya mampu menyamakan kedudukan 1-1, melalui Lubis Syukur setelah berhasil memanfaatkan kesalahan pemain belakang Persiku, Cucun Sulistiyo yang gagal mengantisipasi bola atas.

Kedudukan sama kuat, membuat anak asuh Eddy Simon mencoba meningkatkan serangan. Pada menit ke-72, Deden Suhendar memiliki kesempatan untuk menjebol gawang lawan untuk kedua kalinya, namun tendangan dari luar kotak penalti lawan masih melebar tipis di atas mistar gawang lawan.

Sedangkan peluang matang yang dimiliki tim tamu tercipta pada menit ke-76, namun tendangan Junaidi Tagor masih melebar ke sisi kiri gawang Persiku. Upaya pemain Persiku memanfaatkan sisa waktu pertandingan, membuahkan peluang matang pada menit ke-80, namun tendangan keras Heru Kusmanto dari luar kotak penalti berhasil ditepis kiper PSIR Rembang, Efendi.

Hingga wasit asal Malang menuip peluit tanda pertandingan usai, Persiku gagal memetik angka penuh karena harus puas berbagi angka sama dengan PSIR Rembang, dengan skor akhir 1-1. Pada pertandingan yang disaksikan ribuan penonton tersebut, wasit asal Malang, Iwan, mengeluarkan lima kartu kuning untuk tim tamu.

Menanggapi kegagalan memetik poin penuh di kandang, Asisten Pelatih Persiku Widhoro Heriyanto mengakui penyelesaian akhir anak asuhnya kurang tenang, sehingga sejumlah peluang banyak yang terbuang percuma, termasuk hadiah tendangan penalti. “Sebagian besar pemain, tampil kurang maksimal dan cenderung tak bisa bermain lepas,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, komunikasi antarlini juga kurang terjalin, sehingga upaya melakukan serangan mudah dipatahkan lawan. “Ketika tim lawan melakukan serangan balik, pemain juga sering kedodoran menghadapinya,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih PSIR Rembang, Eddy Simon Badawi mengatakan satu poin di kandang Persiku sebagai hadiah yang istemewa, karena posisi tim PSIR semakin aman dari ancaman degradasi. Ia mengakui sengaja menerapkan strategi bertahan untuk memancing pemain lawan naik membantu serangan. “Pada saat itulah, pemain kami instruksikan melakukan serangan balik cepat. Hasilnya, kami bisa menyamakan kedudukan untuk membawa pulang satu poin,” ujarnya.

Tiga laga tersisa, katanya, akan dimanfaatkan untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya, terutama satu laga kandang saat menjamu Persigo Gorontalo pada 22 Maret 2010.

Iklan
%d blogger menyukai ini: