Andalkan Permainan Kolektif

17 Des

psirREMBANG – Menjamu Persiram Raja Ampat dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia Jumat (18/12), tim pelatih PSIR akan lebih mengandalkan pola permainan kolektif. Hal itu dikarenakan materi pemain yang dimiliki PSIR tidak sebaik materi yang dimiliki Persiram.

Pernyataan itu disampaikan Pelatih Kepala PSIR Eddy Simon Badawi, belum lama ini. Dia mengungkapkan, meski materi pemain Persiram lebih baik dibanding anak asuhnya, namun pihaknya optimistis, Suprapto dkk dapat mengambil poin penuh saat menjamu tim besutan Raja Isa tersebut.

Eddy Simon mengakui, materi pemain yang dimiliki PSIR tidak ada yang terlalu menonjol dan kemampuannya rata-rata relatif berimbang. Tidak adanya pemain bintang ataupun figur pemain sentral inilah yang membuat dirinya lebih memilih untuk menerapkan permainan kolektif. Cara ini diharapkan dapat meredam ambisi Persiram yang banyak dihuni para pemain bintang, seperti Titus Bonay, Marthen Tao, Mbom-mbom Julien, hingga penjaga gawang Joice Sorongan.
”Kita berharap para suporter yang hadir bisa ikut memberikan motivasi bagi anak-anak untuk bermain lebih lepas. Dukungan suporter sangat kita butuhkan, terutama saat menghadapi lawan yang memiliki materi bagus,” tegasnya.

Selain itu, dirinya juga mengakui bahwa tim Persiram merupakan salah satu klub terkuat yang ada di grup III. Dibandingkan klub lainnya, Persiram dianggapnya memiliki materi yang ideal di semua lini. Apalagi ditinjau dari hasil pertandingan sebelumnya, lima laga yang telah dilakoni Persiram berhasil dicapai dengan hasil sempurna. Lima kali menang di lima laga awal, dua di antaranya merupakan laga tandang. Hal itu menempatkan Persiram sebagai pemuncak klasemen sementara, dengan koleksi 15 gol dan baru kebobolan tiga gol.

Sementara itu, Asisten Pelatih PSIR Bambang “Max” Handoyo mengatakan, strategi permainan kolektif dan pressing ketat diharapkan bisa berjalan efektif untuk menahan gempuran tim tamu.

Max menambahkan, para pemain sebaiknya tidak rendah diri saat akan menghadapi tim kuat seperti Persiram. Sebaliknya, kesempatan ini justru bisa menjadi ajang pembuktian kemampuan PSIR yang sesungguhnya, apalagi PSIR akan bermain di kandang.

”Berdasarkan pengalaman pada kompetisi sebelumnya, tim-tim lawan yang dianggap kuat sangat sulit untuk menang ketika berlaga di Stadion Krida. Maka dari itu, kita berharap tuah Stadion Krida yang dianggap angker dengan dukungan ribuan suporter fanatik masih ada,” candanya.

Iklan
%d blogger menyukai ini: