Matangkan Pola 4-4-2

17 Nov

psirREMBANG – Setelah beberapa waktu lalu tim pelatih PSIR mengaku telah memiliki tim bayangan guna menghadapi kompetisi Divisi Utama musim ini, kini mereka tengah lebih fokus untuk mematangkan pola permainan yang akan digunakan dalam setiap laga nanti.

Ditemui di sela-sela latihan, pelatih kepala Eddy Simon Badawi mengaku sudah mantap dengan pola 4-4-2. Menurutnya, dalam setiap laga khususnya laga kandang, PSIR akan menggunakan pola tersebut. Ini karena berdasarkan hasil latihan serta hasil beberapa kali laga uji coba, pola 4-4-2 lebih bisa diterima oleh pemain serta lebih bisa dimaksimalkan, daripada pola lain.
Dia mengatakan, khususnya untuk lini belakang, Suprapto dkk sudah cukup akrab dengan sistem flat atau pola empat pemain bertahan di posisi sejajar. Meski demikian, lanjut eks pelatih Persisam Samarinda itu, pihaknya juga masih mengasah pola lain, yakni 3-5-2. Pola ini rencananya akan disiapkan pada saat tim Laskar Dampo Awang menjalani laga tandang.

”Ini untuk mengantisipasi faktor nonteknis. Kontroversi offside biasanya sering terjadi saat bermain di luar kandang. Maka kita memilih untuk menggunakan libero guna mengantisipasi faktor ini,” ujarnya.

Namun, rencana pemantapan pola yang diinginkan tim pelatih sedikit mengalami kendala. Hal itu disebabkan, sampai saat ini tiga pemain asing yang dimiliki PSIR belum juga bergabung dengan tim. Menurut informasi, Toseo Backo, Camara Fassawa dan Orock Charles masih berada di Jakarta untuk mengurus perizinan yang tak kunjung selesai.

Maka dari itu, pematangan pola yang diinginkan pelatih sejauh ini masih tidak bisa maksimal dikarenakan belum bergabungnya ketiga pemain asing yang nantinya akan menjadi starter tim tersebut.

”Mungkin dalam minggu-minggu ini tiga pemain itu baru bisa bergabung. Untuk sementara kita akan memaksimalkan pola dengan pemain yang ada. Saya yakin pemain asing bisa lebih cepat menyerap instruksi karena mereka sudah berpengalaman menggunakan pola ini,” ungkapnya.

Selain masalah belum bergabungnya tiga pemain asing, tim pelatih juga dipusingkan dengan belum dimilikinya striker yang diharapkan mampu menjadi andalan di lini depan.

Beberapa pemain yang melamar, belum menunjukkan kualitas seperti yang diharapkan. Bahkan, seperti yang telah diberitakan, beberapa pemain harus dipulangkan setelah pelatih merasa bahwa kemampuan mereka tidak lebih bagus dari pemain yang sudah ada.

”Kita sebenarnya hanya mencari tandem buat Orrock Charles. Namun kalau memang tidak ada, terpaksa kita memaksimalkan pemain lokal yang telah kita kontrak,” pungkasnya.

Iklan
%d blogger menyukai ini: