Pertajam Lini Depan

5 Jan

REMBANG-Performa PSIR pada Kompetisi Divisi Utama 2008/2009 putaran pertama lalu, memang tak terlalu mengecewakan. Ini jika dilihat dari peringkat di klasemen sementara. Pasalnya, dari 14 kontestan di grup timur, PSIR mampu menduduki klasemen papan tengah, atau berada di peringkat ketujuh.

Dari 13 kali bertanding, PSIR telah memetik 18 poin, hasil dari lima kali menang, tiga kali seri, dan lima kali kalah. Poin yang diraih PSIR tersebut sama dengan peringkat keenam Persigo Gorontalo dan hanya selisih satu poin dari peringkat kelima Perseman Manokwari.
Namun, jika dilihat dari produktivitas gol, tampaknya ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi tim pelatih. Pasalnya, tim besutan Soeroso itu baru mengemas sembilan gol dan sudah kebobolan 10 gol. Bahkan, PSIR termasuk tim paling tidak produktif ketiga, setelah Persekabpas Pasuruan yang baru mengoleksi enam gol dan Gresik United dengan tujuh golnya.

Tidak itu saja, dari empat kali tampil tandang di putaran pertama, yakni menghadapi tuan rumah Persigo Gorontalo, Persibom Bolaang Mongondow, Persema Malang, dan terakhir Persekabpas Pasuruan, barisan depan PSIR yang dihuni Roberto Kwateh dkk tidak pernah mampu mencetak gol.

Masih rendahnya produktivitas PSIR itu, diakui pula oleh pelatih Soeroso. “Karena itu, kita membutuhkan tambahan pemain, termasuk di antaranya di lini depan,” ujarnya kepada Radar Kudus, kemarin.

Seperti diketahui, dalam beberapa pertandingan terakhir di putaran pertama lalu, PSIR hanya berkekuatan 15 pemain, satu di antaranya penjaga gawang. Ini karena tujuh pemain lainnya tekena sanksi larangan bermain dari PSSI, setelah terjadi insiden penyerangan wasit saat laga tandang melawan Persibom Bolaang Mongondow.

“Untuk melengkapi tim, kita membutuhkan tambahan pemain sekitar tujuh orang,” ujar pelatih asal Trangkil, Pati, tersebut. Menurutnya, tujuh pemain itu idealnya terdiri atas dua pemain depan, dua pemain tengah, dua pemain belakang, plus satu tambahan penjaga gawang.

Jika hal itu tak terwujud, Soeroso khawatir PSIR akan sulit bersaing di putaran kedua. Apalagi, pada putaran kedua nanti PSIR akan lebih banyak menjalani laga tandang, yakni sebanyak sembilan kali dari total 13 pertandingan.

Iklan
%d blogger menyukai ini: