Berusaha Tahan Persema

24 Des

REMBANG – Seluruh pemain PSIR, kemarin (23/12), berangkat ke Jawa Timur untuk menjalani pertandingan melawan tuan rumah Persema Malang. Untuk melawan Persema, Laskar Dampo Awang hanya diperkuat 15 orang pemain. Meski kondisi tim serba minim, namun PSIR tetap akan berusaha menahan keperkasaan tuan rumah.

“Saat melawan Persema, kami menargetkan untuk bisa menahan tuan rumah. Hasil seri mudah-mudahan dapat diwujudkan para pemain,” ungkap Asisten Pelatih PSIR Rohmad Pitoyo.

Kemarin malam, seluruh pemain, tim pelatih, dan ofisial sudah menginap di Sidoarjo. Direncanakan, hari ini, mereka akan berangkat dari Sidoarjo menuju Malang. Pada Rabu malam, mereka sudah menginjakkan kakinya di daerah penghasil apel tersebut. Kemudian Kamis, mereka dijadwalkan bisa menjajal stadion yang akan digunakan untuk tempat pertandingan kedua tim.Meski kondisi fisik pemain cukup kelelahan pasca-pertandingan melawan Persikab Kabupaten Bandung dalam piala Copa Indonesia IV dan menjamu PSIM Jogjakarta dan Persiba Bantul, namun seluruh pemain menyatakan siap untuk diturunkan. Hingga kemarin, tinggal Ribut Nugroho yang belum pulih seratus persen.

Meski tim yang bakal dihadapi merupakan tim kuat dan solid, namun PSIR akan berusaha tampil maksimal. PSIR juga akan tampil lepas. Dengan cara itu, skuad PSIR diharapkan bisa mencuri poin dari kandang Persema. Karena itu, waktu yang tersisa akan digunakan sebaik-baiknya untuk mematangkan persiapan.

Hingga kemarin, keinginan PSIR untuk menambah tiga pemain belum dikabulkan PSSI. Padahal, sudah sepekan lalu, Laskar Dampo Awang mendaftarkan Beny Hertanto, Putu, dan Amirullah. Selain itu, hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komis) terhadap tujuh pemainnya juga belum ada perubahan. Empat pemain dihukum larangan bermain seumur hidup dan tiga pemain dilarang bermain dua tahun.

Empat pemain yang dilarang bermain seumur hidup masing-masing Tadis Suryanto, Yongki Rantung, Stevi Kusoy, serta Stenly Mamuaya. Sedangkan tiga pemain yang dilarang bermain dua tahun adalah Gerri Mandagi, Michael Orah, dan Stenly Katuuk. Kubu PSIR sangat berharap agar hukuman terhadap tujuh pemain itu diringankan.

Iklan
%d blogger menyukai ini: