Dianggap Tidak Tepat, Hukuman PSIR Dicabut

2 Des

JAKARTA – Langit cerah memayungi PSIR Rembang. Tim berjuluk Dampo Awang itu kembali diperkenankan berkompetisi di sepak bola nasional.

Kabar baik untuk PSIR tersebut menyusul hasil sidang Komisi Banding (Komding) PSSI. Melalui sidang kemarin (1/12), komding memutuskan untuk membebaskan PSIR dari skors yang telah dijatuhkan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Seperti diketahui, dalam sidang komdis 18 November 2008, PSIR dijatuhi hukuman cukup berat. Akibat aksi brutal pemain saat melawan Persibom Bolaang Mongondow (13/11), komdis menjatuhkan hukuman larangan berkompetisi di sepak bola nasional selama dua tahun kepada PSIR.

“Kami memandang hukuman yang dijatuhkan komisi disiplin itu tidak pantas diterima oleh PSIR,” sebut Rusdi Taher, ketua komding, kemarin.
Menurut komding, PSIR sebagai klub tidak memiliki kesalahan atas anarkisme pemain saat laga melawan Persibom. Sebab, ofisial PSIR tidak menyuruh pemain tersebut bertindak brutal.

Sebaliknya, komding menemukan fakta, sebelum pertandingan ofisial PSIR justru mengarahkan pemain agar sportif. Komding melihat, kesalahan terletak pada beberapa pemain PSIR.

Saat itu, sekitar tujuh pemain Dampo Awang menganiaya wasit Muzair Usman yang memimpin laga tersebut. Karena itu, mereka sepakat bahwa para pemain PSIR diganjar hukuman sangat berat.

“Kami mengapresiasi hukuman komisi disiplin terhadap para pemain PSIR. Tapi, kami tidak sepakat dengan hukuman mereka terhadap PSIR sebagai institusi,” ucap Rusdi.

Karena itu, komding memutuskan untuk membatalkan hukuman komdis terhadap PSIR. “Selain alasan PSIR tidak menyuruh pemain bertindak brutal, kami punya alasan lain. Pertama, pertandingan tersebut tidak berlangsung di Rembang. Kedua, panpel yang bertugas bukan panpel Rembang,” terangnya.

Keputusan komding itu langsung disambut sukacita kubu PSIR. Mereka sangat bersyukur dengan putusan komding tersebut.

“Terus terang, kami sangat gembira dengan berita yang Anda kabarkan kepada kami,” ujar Sumadi Siswanto, manajer PSIR, ketika dikonfirmasi Jawa Pos kemarin.

Manajemen PSIR kembali bersemangat melanjutkan tugas. Mereka siap kembali mengarungi ketatnya kompetisi di Divisi Utama dan Copa Indonesia IV.

“Jelas, kami siap untuk kembali berkompetisi. Tapi, sebelum melangkah lebih jauh, kami menunggu terlebih dulu surat resmi komisi banding PSSI,” ungkapnya.

PUTUSAN KOMISI BANDING

1. Menunda sidang terkait dengan banding striker Persik Kediri Christian Gonzalez. Komisi banding masih memerlukan tambahan bukti. Untuk itu, mereka memanggil Gonzalez, Erwin Hasibuan (PSMS Medan), dan PP dalam sidang Kamis (4/12).

2. PSIR Rembang dibebaskan dari hukuman larangan berkompetisi di sepak bola nasional selama dua tahun yang dijatuhkan oleh komisi disiplin pada 18 November 2008. PSIR dianggap tidak pantas menerima hukuman itu.

3. Skors penanggung jawab PSMS Medan Sarluhut Napitupulu diringankan menjadi enam bulan dan denda Rp 25 juta. Sebelumnya, oleh komisi disiplin, Sarluhut dilarang aktif di sepak bola nasional selama dua tahun.

Iklan
%d blogger menyukai ini: