Memohon Komdis Melunak

19 Nov

REMBANG – Manajemen PSIR kemarin dipanggil Komisi Disiplin (Komdis) terkait dengan insiden pengeroyokan wasit Muzair Usman dan Jusman saat pertandingan antara PSIR melawan tuan rumah Persibom Bolaang Mongondow di Stadion Kota Mobagu tempo hari. Pada kesempatan itu, PSIR mengajukan banding. Pihak manajemen menginginkan agar pemainnya dihukum seringan-ringannya.

“Sampai sore ini, kami masih antre di kantor komdis. Jadi, apa keputusannya, kami belum tahu,” ungkap Sekretaris PSIR Muhammad Shodiq, kemarin sore.

Manajemen PSIR sebenarnya dijadwalkan ketemu komdis pada pukul 15.00 WIB. Namun, tampaknya komdis juga memanggail tim lain yang sedang bermasalah. Baik tim yang tampil di Divisi Satu, Divisi Utama maupun Superliga. Karena jumlah tim yang dipanggil komdis cukup banyak, sehingga pihak PSIR masih menunggu antrean.

Seperti diketahui, menyusul insiden di Kotamobagu, dalam sidang daruratnya, komdis telah menjatuhkan sangsi sangat berat kepada tiga pemain PSIR. Yakni, hukuman larangan bermain seumur hidup di tim nasional. Ketiganya adalah Yongki Rantung, Steven Kusoy, dan Tadis Suryanto.

PSIR menginginkan agar tiga pemainnya diringankan hukumannya. PSIR menginginkan agar tiga pemainnya dikenai sanksi peringatan keras. “Kasihan para pemain jika mereka harus dihukum dilarang bermain seumur hidup. Sebab, peristiwa itu tidak berdiri sendiri. Kami akan banding agar pemain PSIR dihukum seringan-ringannya,” tambah Shodiq.

Insiden di Kotamobagu hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat masyarakat. Sebagian mereka menilai tindakan pemain sudah keterlaluan. Karena mengeroyok wasit hingga masuk rumah sakit. Namun, sebagian yang lain bisa memahami perilaku pemain PSIR tersebut. Sebab, insiden itu muncul karena para pemain merasa di perlakukan tidak adil oleh wasit. Apapun komentar masyarakat, yang jelas nasib tiga pemain PSIR itu ada di tangan komdis.

Iklan
%d blogger menyukai ini: