Wasit Bukan Malaikat

16 Nov

REMBANG-Keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menghukum tiga pemain PSIR, direspon negatif oleh mantan Komdis PSIR Abdul Adhim. Pria yang akrab dipanggil Gus Adhim ini mendesak agar Komdis PSSI bersikap adil.

Gus Adhim mereka juga meminta Menpora untuk tidak berhenti dengan hanya menjatuhkan hukuman pada tiga pemain PSIR saja. Namun Menpora harus menata ulang tubuh PSSI secara umum, termasuk di dalamnya wasit.

“Pemain memukul wasit memang salah. Tetapi, wasit juga bukan malaikat. Sehingga sangat mungkin melakukan kesalahan,” ujar Gus Adhim.

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa sistem sepak bola di tanah sudah banyak “pengaturan-pengaturan”. Sistem tersebut menyebabkan kondisi persepakbolaan di negeri ini makin mundur. Karena itu, kalau sepak bola Indonesia ingin maju, harus ada penataan ulang di tubuh PSSI.

Menurutnya, tiga pemain yang melakukan pengeroyokan kepada wasit Muzair Usman saat pertandingan Persibom v PSIR juga merupakan korban. Para pemain PSIR menjadi korban dari sisem yang serba “diatur” tersebut. Tak hanya pemain yang menjadi korban, wasit juga menjadi korban dari sistem tersebut.

Kalau memang Menpora menginginkan sepak bola di Indonesia maju, mestinya penataan dimulai dari atas. Kalau hanya memberikan sanksi-sanksi di lapangan, tidak akan menyelesaikan masalah.

Sebab, peristiwa di Stadion Gelora Ambang, Kotamobagu, merupakan ledakan gunung es. Kalau saat ini sudah ada letusan kecil, mungkin lain hari bisa terjadi letusan yang lebih besar lagi. Karena, agar gunung es tidak kembali meledak, Menpora harus menata PSSI secara tuntas.

Iklan
%d blogger menyukai ini: