PSIR Siap Banding!

16 Nov

REMBANG – Keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan hukuman larangan bermain seumur hidup bagi tiga pemain PSIR dinilai tidak adil. Sebab, putusan itu diambil sebelum mendengarkan keterangan dari saksi-saksi di lapangan, khususnya dari kubu PSIR. Selain itu, keputusan juga belum menyentuh pihak wasit.

“Kami memastikan akan banding atas putusan tersebut. Putusan itu jelas memberatkan kami dan tidak adil,” ungkap Sekretaris PSIR Moh Shodiq.

Menurutnya, sebelum diambil keputusan, mestinya komdis mendengarkan keterangan terlebih dari kubu PSIR untuk kroscek. Khususnya para pemain yang saat itu berada di lapangan. Kenapa sampai mereka melakukan tindakan seperti itu. Selain mendengarkan keterangan para pemain, komdis juga semestinya mendengarkan keterangan penonton, wasit maupun pengawas pertandingan.

Dia heran, tidak biasanya komdis membuat keputusan secepat itu. Biasanya, komdis akan mengeluarkan keputusan setelah mendengarkan pihak-pihak terkait. Karena itu, demi keadilan, PSIR memastikan akan banding. Pihaknya berharap, komdis akan mendengarkan keberatan yang diajukan PSIR.

Peristiwa pengeroyokan wasit oleh pemain tim yang dijuluki Laskar Dampo Awang itu jelas tidak berdiri sendiri. Mestinya hal-hal yang melatarbelakangi peristiwa tersebut juga ikut dipertimbangkan.

Meski dirinya tidak hadir secara langsung di lapangan, namun dari rekaman di televisi terlihat jelas, bahwa saat salah satu pemain pemain PSIR memotong bola berada di luar titik penalti, oleh wasit, cara seperti itu dikatakan melanggar. Dan wasit langsung menunjuk titik penalti. Sebelumnya, gol yang dicetak PSIR juga dianulir wasit.

Seperti diketahui, tiga pemain PSIR dijatuhi hukuman larangan bertanding seumur hidup oleh komdis pada Kamis (13/11) malam. Yakni, Tadis Suryanto, Yongki Rantung, dan Stevi Kusoy.

Tiga pemain itu dikatakan bersalah karena melakukan pengeroyokan terhadap wasit Muzair Usman asal Kendari saat memimpin jalannya pertandingan antara PSIR versus tuan rumah Persibom Bolaang Mongondow di Stadion Gelora Ambang, Kotamobagu pada Rabu (12/11).

Dalam pertandingan tersebut, selain dihukum penalti oleh wasit, dua pemain pilar PSIR juga dikartu merah. Yakni, Stenly Mamuaya dan Yongki Rantung. Jika keputusan itu tidak diperingan, bisa mengganggu kesolidan tim PSIR. Karena itu, kubu PSIR sangat berharap agar komdis meninjau ulang keputusannya dan kemudian meringankan hukuman bagi tiga pemain tersebut.

Iklan
%d blogger menyukai ini: