PSIR vs Perseman (2-0)

20 Okt

REMBANG-PSIR berhasil memenuhi target menang saat menghadapi Perseman Manukwari, kemarin, di Stadion Krida Rembang, dengan menggulung lawannya itu dengan skor 2-0. Gol kemenangan bagi tuan rumah ditentukan Evandro Antonio di menit 6 dan Roberto Kwateh di menit ke 80.

Gol Evandro tercipta setelah pemain tersebut mampu memanfaatkan bola mati dari jarak 30 meter. Bola hasil tendangannya langsung menjebol gawang Perseman yang sore itu dijaga Elisa Andery. Bola langsung masuk pojok kiri gawang Perseman. Sedangkan gol Roberto Kwateh tercipta setelah tim kebanggaan wong Rembang itu melakukan serangan bertubi-tubi. Awalnya, bola ditendang pemain sayap PSIR, Suyono. Namun, bola hasil tendangan Suyono berhasil ditepais Elisa Andery. Bola muntah kemudian ditendang Sholihin. Namun, arah bola masih membentur badan penjaga gawang Perseman. Lagi-lagi bola langsung muntah.

Melihat ada bola muntah, Roberto Kwateh langsung menendang bola ke arah gawang Perseman. Elisa yang sudah terjatuh tidak mampu menghalau bola Roberto.

Sejak peluit ditiup wasit Zaenal Effendi asal Jember, kedua tim langsung menggebrak. Kedua tim sama-sama melakukan strategi menyerang. Namun, PSIR lebih dulu berhasil mencetak gol. Sebaliknya, meski berkali-kali Perseman menciptakan peluang emas, namun peluang emas itu tak mampu dijadikan gol. Gawang PSIR yang sore itu dijaga Dicky Fajar Syawaludin tetap selamat hingga usainya pertandingan.

“Kemenangan ini layak disyukuri,” ungkap pelatih PSIR, H Soeroso.

Dikatakan, secara umum penampilan timnya cukup bagus. Namun, di lini tengah masih perlu dilakukan pembenahan. Terutama lini tengah.

Sementara pelatih Perseman,Syafrudin Fabanyo mengatakan, seandainya konsentrasi pemainnya tidak diganggu wasit, tentu jalannya pertandingan akan lebih menarik. “Kiat semua sudah mengetahui bagaimana jalannya pertandingan,” katanya.

Meski dalam dua kali pertandingan Perseman kehilangan seluruh poin, namun Syafrudin mengaku tidak terlalu pusing. Karena, jalannya kompetisi masih cukup panjang. Sehingga kesempatan untuk memperbaiki poin masih terbuka lebar.

Iklan
%d blogger menyukai ini: