PSIR Poles Gelandang

17 Okt

REMBANG-PSIR terus belajar dari kekalahannya saat menjamu Persebaya, Selasa lalu. Dalam bentrok tersebut ada beberapa sisi kelemahan yang masih tampak. Salah satunya adalah barisan gelandang. Ketika itu, barisan gelandang terlihat kurang maksimal dalam membangun serangan.

“Pagi ini (kemarin, Red) kami mulai memoles barisan gelandang. Kami harapkan, saat menjamu Perseman Manokwari, peran barisan gelandang bisa makin maksimal,” ungkap Asisten Pelatih PSIR, Andi Ahmad.

Pihaknya yakin, jika peran gelandang makin maksimal, serangan yang dibangun tim yang dijuluki Laskar Dampo Awang, itu akan makin tajam dan merepotkan barisan pertahanan lawan. Jika serangan maksimal, peluang terciptanya gol akan makin terbuka. Saat menjamu Green Force, sebenarnya Laskar Dampo Awang berkali-kali menciptakan peluang emas. Namun, tak satupun peluang emas itu berbuah gol. Pengalaman pahit itu akan dijadikan pelajaran saat menghadapi Perseman Manukwari nanti. “Kekalahan saat menghadapi Persebaya tak boleh terulang saat menjamu Perseman,” harapnya.

Karena itu, dengan sisa waktu yang ada, tim pelatih terus menggembleng para pemainnya untuk terus berlatih dan berlatih. Baik latihan fisik maupun non fisik. Dengan cara itu, poin yang tersedia di laga ketujuh pada kompetisi Divisi Utama tahun 2008 itu dapat direbut seluruhnya.

Untuk merebut poin tersebut bukan pekerjaan gampang. Pasalnya, Perseman yang dalam perolehan poin sementara grup timur masuk papan atas tentunya tidak akan menyerah begitu saja. Apalagi, Perseman banyak diperkuat pemain usia muda. Mereka diprediksi akan tampil all out untuk dapat mencuri poin saat tampil di kandang tim kebanggaan wong Rembang tersebut.

Selain itu, PSIR dan Perseman juga memiliki psikologi yang sama. Yakni, sama-sama menelan kekalahan 1-0 di laga keenam. Karena psikologinya sama, sehingga siapa yang lebih siap, itulah yang akan mampu memetik poin penuh.

Iklan
%d blogger menyukai ini: