Kekalahan Pertama di Kandang

15 Okt
PSIR-Tampil memukau, namun PSIR harus kehilangan seluruh poin saat menjamu tamunya Persebaya Surabaya. Meski permainan cukup imbang, namun di menit-menit terakhir tim kebanggaan wong Rembang itu harus kebobolan satu gol. Saat gol terjadi, pertandingan tinggal menyisakan waktu 1 menit. Gol satu-satunya bagi Green Force dicetak lewat kaki Jairon Peliciano. Melawan tim asal Kota Pahlawan itu, tampaknya, PSIR masih kalah kharisma. Selain kalah kharisma, Laskar Dampo Awang juga kalah sabar. Sehingga mereka sering kehilangan bola. Meski puluhan peluang emas tercipta, namun penyelesaian akhir kurang memuaskan. “Terus terang PSIR kecolongan. Karena di menit-menit akhir pemain lawan mampu mencuri kelengahan pemain kami,” ungkap Asisten Pelatih PSIR, Suwandi.

Sejak peluit panjang sebagai tanda dimulainya pertandingan ditiup wasit Sulistiyoko, kedua tim langsung mengambil inisiatif menyerang. Seragan yang dibangun kedua tim berhasil mencetak puluhan peluang emas. PSIR juga berkali-kali mencetak peluang emas. Namun hasilnya masih nihil.n Untuk babak pertama saja, Evandro Antonio berhasil mencetak lima peluang emas. Tapi tendangannya berhasil diselamatkan penjaga gawang Persebaya Endra Prasetiya. Hingga turun minum, kedudukan tetap tanpa gol. Setelah waktu jeda, kedua tim masih saling mendahului untuk menciptakan gol. Namun, usaha kedua tim masih gagal. Baik penjaga gawang PSIR maupun Persebaya masing-masing berusaha mati-matian untuk menyelamatkan gawangnya.

Namun, saat pertandingan berjalan di menit ke-89, pemain depan Persebaya berhasil menjebol gawang PSIR. Jairon Peliciano mampu memanfaatkan bola liar di depan gawang PSIR. Dengan hasil itu, Persebaya makin mengokohkan posisinya di puncak klasemen grup timur. “Seharusnya Persebaya bisa menciptakan banyak gol. Khususnya di babak pertama. Namun, arah bola masih menyamping,” terang pelatih Persebaya, Fredy Mulli.

Pertandingan tersebut juga diwarnai insiden bentrok antarsuporter. Sekitar 400 anggota Bonex terlibat saling ejek dan saling lempar batu saat pertandingan sedang berlangsung. Akibat insiden tersebut, tiga orang suporter Persebaya dan seorang suporter PSIR harus berdarah-darah. Bahkan, salah seorang Suporter PSIR terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Namun, berkat kesigapan aparat keamanan, bentrok antarsuporter dapat dihentikan. Semua anggota Bonex dilokalisir dalam satu tempat di bagian tribun selatan. Begitu juga usai pertandingan, kepulangan anggota Bonex juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. “Cara ini kami lakukan agar pertandingan berjalan aman,” ungkap Kapolres Rembang, AKBP Wawan Ridhwan SIK,SH.

Iklan
%d blogger menyukai ini: