Derby Muria Berakhir Imbang

17 Agu

REMBANG-PSIR kembali bermain seri. Setelah sebelumnya ditahan oleh PSS Sleman, kondisi serupa kemarin sore terulang di Stadion Krida. Dalam bentrok ketiga kompetisi Divisi Utama tahun 2008, tim yang berjuluk Laskar Dampo Awang ini ditahan imbang tamunya, Persiku Kudus, dengan skor 1-1.

Dengan hasil itu, dari tiga kali pertandingan yang dilakoni, PSIR baru mengumpulkan poin 5. Hal sama dialami Persiku. Tim kebanggaan wong Kudus itu juga mengantongi poin 5.

Bentrok PSIR versus Persiku berlangsung cukup mendebarkan. Khususnya bagi tuan rumah. Apalagi, tuan rumah lebih dulu ketinggalan 1-0. Gol untuk tim tamu tercetak lewat kaki Agus Santiko di menit ke 34. Saat itu, Agus berhasil memanfaatkan bola mental dan dengan cepat dia mampu menggiring bola ke gawang PSIR.
Agus yang tinggal berhadap-hadapan dengan penjaga gawang PSIR, Geri Mandagi mampu memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Laju bola hasil sontekan kakinya tidak berhasil diantisipasi dengan baik oleh penjaga gawang PSIR. Sehingga laju bola langsung menerjang gawang PSIR.

Ketinggalan 1-0 menjadikan pertandingan kurang berkembang. Tim tamu cenderung bertahan, sedangkan serangan yang dibangun tun rumah selalu berhasil dipatahkan tim tamu. Sehingga berkali-kali serangan yang dibangun PSIR selalu kandas di tengah jalan. Kondisi itu berlangsung hingga waktu jeda.

Setelah memasuki waktu jeda, kubu PSIR berusaha tampil menyerang. Selain itu, lini tengah yang selama babak pertama kurang berkembang bisa lebih hidup. Sebab, pelatih mengubah formasi pemain yang semula 3-5-2 diubah menjadi 3-4-3. Perubahan formasi itu bisa membuat berkembangnya serangan yang dibangun PSIR.

Namun, tim tamu tidak kalah cerdik. Persiku berusaha mempertahankan kemenangannya sambil sekali-kali melakukan serangan balik. Strategi tim tamu yang cenderung bertahan ternyata cukup efektif untuk menghalau serangan PSIR. Sehingga sejumlah pemain PSIR terlihat hampir putus asa karena serangan yang dibangun selalu gagal menghasilkan gol. Namun usaha keras yang dibangun PSIR akhirnya membuahkan hasil.

Di menit ke 89, Miftahul Huda berhasil menjadi penyelamat muka PSIR. Huda yang pemain belakang, saat itu mampu menyodok ke depan dan mampu menyarangkan bola ke gawang Persiku. Sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1. Dalam pertandingan sebelumnya, yakni, saat menjamu PSS, Miftahul Huda juga menjadi penyelamat bagi timnya. Karena, dia mampu menyumbangkan 1 gol.

“Dalam hati kecil, saya kecewa dengan hasil seri. Tapi, ini sudah usaha maksimal. Jadi, kami tetap wajib bersyukur,” terang Kepala Pelatih PSIR, H Soeroso.

Iklan
%d blogger menyukai ini: